LACI Mendorong Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Evaluasi dan Mempertimbangkan Pencopotan dari Anggota DPR RI Fahri Hamzah Atas Kicauannya Di Twitter - FOCUS WORD

Breaking

FOCUS WORD

Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini

inembet

Post Top Ad

Post Top Ad

Bolahok88

Selasa, 24 Januari 2017

LACI Mendorong Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Evaluasi dan Mempertimbangkan Pencopotan dari Anggota DPR RI Fahri Hamzah Atas Kicauannya Di Twitter

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta maaf atas kicauannya di twitter yang menyebut 'anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang'. Fahri menyatakan permintaan maafnya setelah mendapat kritik dari netizen, termasuk Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.



"Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela..." demikian kicauan Fahri yang ditulis pada Selasa (24/1) pukul 4.14 dinihari WIB.

Kicauan itu dibalas kritik oleh Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah: 

·          


"Ironinya adalah dia ketua timwas TKI DPR RI," kata Anies dalam kicauan berikutnya.

Pernyataan Fahri bahkan ditanggapi langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. 



Kecaman juga datang dari Lingkaran Aku Cinta Indonesia. Dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, LACI yang terdiri dari 55 organisasi buruh migran Indonesia di Hong Kong menyatakan apa yang diucapkan Fahri sebagai bentuk pelecehan terhadap para pekerja migran.

"Kami sudah tidak bisa diam lagi. Untuk itu, kami mendorong Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI untuk mengevaluasi kinerja Fahri Hamzah dan mempertimbangkan pencopotan yang bersangkutan dari anggota DPR RI."

Sebelum minta maaf, Fahri sebenarnya telah mengklarifikasi sebutan 'babu' dan 'mengemis' yang ia tulis di akun twitter. Ia mengaku sengaja memilih dua kata itu untuk menghindari kata lain yang lebih ekstrem.

Selain itu, Fahri juga menjelaskan konteks kicauannya tentang warga yang bekerja di luar negeri. Kicauan itu, kata Fahri, dipicu oleh kasus palu-arit dan aksi saling lapor yang semakin marak belakangan ini. 

Di akun pribadinya, Fahri mengaku curiga keributan itu diciptakan sebagai pengalihan isu dari banyak kasus yang seharusnya menjadi perhatian publik. 

"Saya mengambil contoh soal tenaga kerja kita yang karena kesulitan hidup terpaksa bekerja ditempatkan lain. #PaluArit," kata Fahri menjelaskan.

"Tapi apapun, Kita harus berhadapan. Kepada pemangku profesi yang merasa terhina saya minta maaf. Terima kasih," ujar Fahri dalam kicauan selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

TOGELHOK88