Ketua GNPF Bachtiar Nasir Mengaku Pakai Rekening Yayasan untuk Uang Aksi 411 & Aksi 212 Sebesar 3M - FOCUS WORD

Breaking

FOCUS WORD

Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini

inembet

Post Top Ad

Post Top Ad

Bolahok88

Jumat, 10 Februari 2017

Ketua GNPF Bachtiar Nasir Mengaku Pakai Rekening Yayasan untuk Uang Aksi 411 & Aksi 212 Sebesar 3M

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir mengakui pihaknya menggunakan rekening milik Yayasan Keadilan untuk Semua (Justice for All) untuk menampung dana demonstrasi 4 November 2016 (Aksi 411) dan aksi 2 Desember 2016 (Aksi 212).
Menurutnya, dana yang ditampung di rekening Yayasan Keadilan untuk Semua itu merupakan sedekah dari umat yang diberikan secara ikhlas.


"Kan orang Indonesia yang bersedekah lillahita'ala, pokoknya kepentingan mereka ke akhirat saja dan ini bela Islam. Jadi frame-nya itu jangan dilihat semata-mata uangnya saja, ini ada umat Islam sangat ingin membela agamanya," kata Bachtiar sebelum menjalani pemeriksaan di kantor sementara Badan Reserse Kriminal Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/2).

Ia menjelaskan, GNPF-MUI meminjam rekening Yayasan Keadilan untuk semua lantaran belum memiliki rekening sendiri saat itu. Menurut Bachtiar, peminjaman rekening dilakukan hanya secara lisan saja, tanpa surat perjanjian yang sah.

"Karena kami sebuah panitia ad hoc, kami tidak bisa bikin rekening begitu saja. Akhirnya kami melakukan semacam kerja sama secara lisan meminjam rekening yayasan supaya sumbangan dapat dikontrol, ada badan hukum dan tidak kosong," ujar dia.


Di tempat yang sama penasihat hukum Bachtiar, Kapitra Ampera mempertanyakan pokok perkara dugaan pencucian uang yang dituduhkan Bareskrim terhadap kliennya. Dia membantah kliennya melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menggunakan dana yang tersimpan dalam rekening Yayasan Keadilan untuk Semua.


Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir mengaku mengelola uang sebesar Rp3 miliar untuk penyelenggaraan Aksi 411 dan Aksi 212 akhir tahun lalu.

Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan penyelanggaraan aksi, seperti konsumsi, peralatan medis, spanduk, dan baliho.
"(Total dana) yang dari saya cuma Rp3 miliar. Belum terpakai semua, kita rawat betul dana itu," kata Bachtiar di sela-sela pemeriksaannya di kantor sementara Badan Reserse Kriminal Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/2).

Sumber : cnnindonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

TOGELHOK88