Survey Setuju Duet Jokowi - Prabowo di 2019 - FOCUS WORD

Breaking

FOCUS WORD

Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini

inembet

Post Top Ad

Post Top Ad

Bolahok88

Senin, 16 Juli 2018

Survey Setuju Duet Jokowi - Prabowo di 2019



"Di masyarakat ada semacam keinginan untuk menggabungkan Jokowi-Prabowo dalam satu paket. Pertanyaannya: apakah setuju Jokowi-Prabowo bersatu dalam satu pasangan. (Hasilnya) 67% setuju, mayoritas setuju, 28% tidak setuju," ungkap Djayadi Hanan, direktur eksekutif SRMC, hari Selasa (02/01).
Dari 67% yang setuju tersebut, sebagian besar menginginkan Jokowi sebagai presiden sedangkan Prabowo sebagai wakil presiden.
Analis politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Tobias Basuki, mengatakan paket ini sebenarnya sangat menguntungkan baik bagi Prabowo maupun bagi partai yang ia pimpin, Gerindra.
"Pasangan ini hampir pasti menang di 2019 dan di 2024 terbuka lebar bagi Prabowo untuk terpilih sebagai presiden," kata Tobias melalui sambungan telepon, hari Rabu (03/01)
Meski demikian, jika ingin realistis, paket Jokowi-Prabowo sebenarnya sulit diwujudkan.
"Kecil kemungkinannya. Dari sisi umur misalnya, kalau Prabowo jadi wakil presiden dulu di 2019 dan menjadi presiden pada 2024, maka umurnya sudah jauh, belum lagi masalah kesehatan," kata Tobias.
Prabowo akan berusia 68 tahun pada 2019 dan jika terpilih pada 2024, usianya menginjak 73 tahun.
Masalah kedua adalah apakah Prabowo bersedia menjadi wakil presiden pada 2019 dan yang ketiga, sebenarnya ada kendala ideologis di antara dua politikus ini.

Tobias menjelaskan sejak 2014 muncul polarisasi politis yang cukup kencang.
"Kelompok-kelompok yang lebih kanan, dalam konteks agama dan konservatisme, membentuk kubu di belakang Prabowo, sementara kelompok-kelompok yang lebih nasionalis terbentuk di kubu Jokowi," papar Tobias.
Masih terbuka kemungkinan dua kubu ini mencair, seperti yang terlihat di pemilu 1999, 2004, dan 2009 tapi untuk saat ini polarisasi dua kubu ini sangat terasa.
Kemungkinan kian tajamnya polarisasi ini pula yang besar kemungkinan mendorong sebagian masyarakat berharap bisa dimajukan duet Jokowi-Prabowo.
Ada kekhawatiran perbedaan pandangan politik -yang bahkan hingga masuk ke level hubungan anggota keluarga- akan makin tajam. " jika berpasangan akan menyatukan bangsa," kata Tobias.
Dalam pandangan Maruarar Sirait, politikus PDI Perjuangan -partai mengusung Jokowi dan Jusuf Kalla di pilpres 2014- duet Jokowi-Prabowo adalah paket yang menarik dan 'luar biasa'.
"Ini (duet) yang efektif dan stabil, pilihan yang masuk akal dan rasional," kata Maruarar, yang menambahkan jika ini diwujudkan, hampir dapat dipastikan akan membuat suasana menjadi jauh lebih kondusif di masyarakat.
"Dua orang yang bertarung (pada 2014) akhirnya bisa bersatu (di 2019). Ini pesan yang kondusif."
Senada dengan Tobias, Maruarar melihat pasangan Jokowi-Prabowo tak mudah diwujudkan. "Masing-masing sudah memiliki basis pendukung yang sangat loyal," kata Maruarar mengomentari temuan survei SMRC.

(sumber : BBC)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

TOGELHOK88