MIRIS " Anak dan Ibu Penjual Tuak Dianiaya Karena Sepatu! - FOCUS WORD

Breaking

FOCUS WORD

Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini

inembet

Post Top Ad

Post Top Ad

Bolahok88

Kamis, 13 September 2018

MIRIS " Anak dan Ibu Penjual Tuak Dianiaya Karena Sepatu!



Wanita Curhat, Ibunya Diarak dan Diikat di Pohon, Sempat Dipukul saat Mau Menolong, Videonya Viral  
Video seorang perempuan yang mencurahkan pengalaman pahitnya beredar di media sosial.

Wanita yang tinggal di daerah Medan Estate tersebut meminta bantuan kepada masyarakat dan menuntut keadilan.
"Selamat malam untuk teman-teman Facebook, saudara semua di manapun berada, saya baru pulang dari Polrestabes untuk melakukan pengaduan dan visum," katanya membuka video tersebut.
Sambil menangis, wanita itu menceritakan, malam sebelumnya, ada dua anak laki-laki datang ke rumahnya hendak menjual sepatu.
Ternyata sepatu yang dijual anak-anak tersebut adalah sepatu curian.
Mereka menjual sepatu tersebut kepada ibu Angelita.
"Awalnya ibu saya menolak, tapi anak itu memaksa karena dengan alasan mau beli nasi, belum makan, akhirnya mamakku membelinya," katanya.
Pagi setelah malam itu, dia terkejut saat dibangunkan orang yang mengatakan, ibunya diarak gara-gara membeli sepatu curian.
Dia pun bergegas ke lokasi.
"Hati seorang anak, begitu sampai ke TKP melihat kondisi ibunya, diikat layaknya seperti binatang hanya menggunakan baju dalam, dikalungkan karton, dikalungkan sepatu yang dia beli. Hati saya sebagai seorang anak sangat teriris," katanya tak kuasa menahan tangis.
Saat berusaha menolong ibunya, Angelita mengaku ditinju seorang pria, berinisial MP yang merupakan pimpinan sebuah ormas.
Angelita pun mengatakan kepada pria tersebut, dia tidak berhak menghakimi orang.
Namun, menurutnya, pria tersebut malah memukulnya di bagian bibir dua kali.
Saat dia ingin menghampiri ibunya, dia dihalangi beberapa orang hingga terjatuh di tanah.
Kemudian, dia menceritakan, ibunya diarak kembali ke lapangan bola, samping rumahnya.
"Bagaimana perasaan seorang anak? anak yang tinggal memiliki ibu. Nggak lagi punya ayah. Saya tidak ingin mencerita kesedihan saya. Saya hanya bertanya, di mana manusia yang memiliki hati nurani," lanjutnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

TOGELHOK88